Pernah pergi ke Jakarta kan? suhu yang panas, udara yang lembab, dan lingkungan yang bisa di katakan sesak ini. Kebanyakan orang – orang yang ada di situ pasti merasakan panasnya lingkungan tersebut. Namun di era modern masa kini ada loh alternatif untuk itu semua, yaitu dengan adanya jaket ber-AC. Walaupun dalam penerapannya jaket ini sebagian besar masih hanya di gunakan orang Jepang ( yah karena tempat lahir jaket ini ada di Jepang šŸ˜€ ) namun sebenarnya barang ini kemungkinan besar sangat berguna untuk orang – orang yang ada di Jakarta sebagai alternatif untuk suhu yang panas. Jaket ini di temukan olehĀ salah satu Ilmuwan dari Universitas Stanford bernama Yi Cui danĀ Ide dasar pakaian ini adalah bahan yang bisa melepaskan kalor atau panas dari dalam tubuh dan menolak panas atau cahaya dari luar tubuh.

Cui menemukan bahan yang memenuhi persyaratan tersebut yaitu plastik yang secara komersial digunakan dalam baterai lithium-ion. Bahan, yang disebut nanoporous polyethylene, atau nanoPE, adalah cling wrap (semacam plastik pembungkus makanan) yang memungkinkan radiasi infra merah bisa menembusnya. Uniknya, tidak seperti cling wrap yang tipis dan tembus pandang, bahan ini tidak bening tapi bisa memblokade atau menolak cahaya panas.

Pori-pori kecil yang tersebar di seluruh permukaan bahan berfungsi sebagai penghalang bagi cahaya panas untuk masuk dan terserap, demikian ungkap Boriskina. Saat cahaya biru menyentuh bahan tersebut, pori-pori ini menolak dan membuangnya. Begitu juga dengan cahaya lainnya. Cahaya-cahaya tersebut terpelanting ke segala penjuru dan pecah kemana-mana. Warna yang dihasilkan dari semua penolakanĀ  terhadap cahaya ini adalah putih menurut mata manusia. “dikutip dariĀ http://www.voa-islam.com

Jadi kalo dipikir bisa juga kan jaket ini dipakai di jakarta, mungkin malah lebih bermanfaat dari pada menggunakan AC yang di taruh di tiap sudut ruangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here